Advertisement
Pokemon Go, Benarkah Mata-mata Negara Asing?
Kenali.co, Permainan Pokemon Go ternyata memiliki banyak dampak negatif kepada seluruh penggunanya termasuk kerawanan terhadap keamanan negara yang kini dikhawatirkan oleh sejumlah instansi pemerintahan.
Satoshi Tanjiri adalah orang di belakang layar permainan Pokemon Go yang merupakan penerus permainan Game Boy Nintendo pada 1990-an. Game ini merupakan hasil kerja sama Nintendo dan pengembang game Niantic Lab dengan perusahaan Pokemon.
Niantic Lab sendiri merupakan perusahaan yang ada di balik game berkonsep augmented reality, Ingress yang dulunya adalah bagian dari Google.
Cara memainkan Pokemon Go cukup mudah. Pemain hanya perlu mendaftarkan diri dengan menggunakan akun gmail pada ponsel pintar, kemudian dapat langsung melakukan kostumisasi karakter yang akan digunakan selama permainan berjalan.
Pemain hanya perlu mengaktifkan GPS pada ponsel pintar untuk kemudian langsung mencari monster pokemon di setiap tempat. Pemain baru nantinya akan disediakan beberapa pokeball berwarna merah-putih untuk memburu dan menangkap setiap pokemon yang ada di sepanjang perjalanan.
Selain itu, pemain juga dapat memanfaatkan fitur navigasi pada game Pokemon Go untuk mencari keberadaan pokemon tertentu, termasuk pokestop atau tempat penting di mana pemain dapat menemukan pokeball dan egg atau telur pokemon untuk menaikkan level pemainnya.
Ditambah dengan Gym yaitu tempat untuk meningkatkan level Pokemon dengan cara bertarung antarpokemon lain. Kemudian, selain mengandalkan ponsel pintar, permainan ini nantinya juga akan memanfaatkan sebuah perangkat arloji pintar (smartwatch) bernama Pokemon Go Plus, yang berfungsi untuk menambah sensasi permainan Pokemon GO.
Arloji pintar Pokemon Go Plus itu nantinya memiliki fungsi sebagai alat untuk memberi pemain sinyal tentang keberadaan monster dan mendeteksi aktivitas tangan pemain saat menirukan gaya melempar Pokeball di dunia nyata. Sayangnya, Nintendo dan Niantic Labs masih merahasiakan seputar keberadaan smartwatch ini.
DAMPAK NEGATIF
Bermain Pokemon Go ternyata juga memiliki sejumlah dampak negatif yang acap kali muncul pada saat memainkan permainan buatan perusahaan asal Negeri Sakura itu.
Dampak negatif itu, di antaranya adalah pemain akan mengalami kecelakaan lalu lintas karena tidak jarang pemain tengah mengendarai kendaraan untuk memburu seluruh monster pokemon dan terlalu asyik menatap layar ponsel sehingga menyebabkan pemainnya mengalami kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, PokeMaster juga sering terjebak dalam situasi yang kurang menguntungkan selama memainkan permainan itu, seperti tercebur ke dalam selokan, mengalami penjambretan, dan tidak sadar masuk ke rumah orang lain tanpa izin karena fokus memburu monster pokemon.
Tidak hanya itu, ada juga dampak negatif lainnya yang ditimbulkan oleh permainan tersebut terhadap keamanan negara, yaitu penyadapan dan pengumpulan data lokasi strategis badan keamanan suatu negara.
Menurut Satuan Cyber Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, permainan Pokemon Go serupa dengan sistem pengumpulan data lokasi yang biasa dilakukan oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) dan Central Intelligence Agency (CIA) pada sosial media, seperti Facebook.
Pola penyadapan informasi berupa data lokasi yang dilakukan oleh permainan Pokemon Go, yaitu dengan cara menyediakan pokemon langka atau pokemon legenda yang hanya bisa didapatkan di sejumlah tempat strategis pemerintahan, seperti Istana Negara, Kementerian Pertahanan, Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, serta lembaga/kementerian strategis lainnya pada malam hari untuk diburu oleh seluruh PokeMaster.
Selanjutnya, PokeMaster yang memburu pokemon ke sejumlah tempat strategis pemerintahan tadi, secara tidak langsung juga akan membantu negara asing untuk mengumpulkan informasi berupa data lokasi wilayah penting yang selama ini sulit untuk ditembus oleh negara manapun.
Pola pengumpulan data wilayah yang dilakukan Pokemon Go ini hampir sama dengan pola yang dilakukan oleh Google untuk layanan Google Maps atau Google Earth yang menggunakan seseorang untuk berkeliling ke seluruh wilayah menggunakan kamera Google dan dinamakan dengan Street Mapping.
Seseorang yang berkeliling ke seluruh wilayah ini nantinya akan mengumpulkan berbagai informasi berupa nama jalan, nama gedung, dan lokasi lainnya untuk digunakan pada layanan Google Maps atau Google Earth
Perbedaannya, layanan Google Maps atau Google Earth hanya dapat melakukan pencitraan data lokasi dalam bentuk datar suatu wilayah melalui satelit. Sementara itu, pengumpulan data lokasi yang dilakukan oleh permainan Pokemon Go lebih spesifik dalam bentuk 3D yang membuat permainan tersebut dianggap berbahaya untuk keamanan negara.
Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Melinda N. Wiria mengakui, permainan itu dianggap sangat berbahaya karena menggunakan basis lokasi sebagai dasar permainannya untuk menemukan berbagai jenis pokemon dan pokestop yang ada di sekitar pemain.
Oleh karena itu, risiko yang harus dihadapi oleh negara terhadap permainan Pokemon Go adalah tereksposenya berbagai lokasi strategis ke publik.
“Saya rasa akan ada risiko tereksposenya berbagai lokasi strategis karena game ini pada dasarnya menggunakan location based,” tuturnya.
Sementara itu, pakar telematika Roy Suryo menganggap, teknologi pada permainan Pokemon Go ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditepis oleh Indonesia sebagai konsumen terbesar teknologi.
Menurutnya, kesuksesan teknologi yang dihadirkan Pokemon Go adalah karena game asal Jepang ini mampu meramu dunia nyata dan dunia maya dengan memanfaatkan fasilitas GPS ponsel pintar sehingga adanya Pokemon Stops dan Pokemon Gym di dalam permainan itu menjadi sangat interaktif karena seolah-olah menyatu dengan lingkungan sekitar.
“Saya justru mendesak agar Pokemon Go ini di-launching secara resmi di Indonesia sehingga bisa jelas siapa developer software-nya dan pemerintah bisa kemudian berkoordinasi untuk ikut kolaborasi dengan demikian semua akan win-win solution,” tuturnya.
Permainan buatan Nintendo tersebut memang tengah menjadi tren belakangan ini dan banyak dimainkan oleh anak muda di seluruh dunia. Pengguna Pokemon Go juga telah memberikan banyak keuntungan kepada perusahaan game asal Negeri Sakura itu.
Berdasarkan data perusahaan analisis aplikasi mobile Think Gaming, Pokemon Go diperkirakan berhasil meraup keuntungan hingga US$1,6 juta per hari hanya di Amerika Serikat. Itulah tadi dampak negatif dan positif dari penggunaan Pokemon Go dan bijaklah bermain game agar tidak dijadikan alat atau agen oleh negara asing untuk menyadap wilayah negara sendiri.(*)
